Dalam membeli properti
bertingkat jangan hanya mengutamakan soal harga saja tapi Anda juga
harus mempertimbangkan masalah lokasi, status tanah, fasilitas hingga
keaktifan asosiasi dalam mengelola perkembangan properti bertingkat.
Tinggal dan menempati properti bertingkat seperti apartemen
memberikan beberapa keuntungan. Terlebih bagi Anda yang senang melihat
pemandangan saat bangun pagi atau cahaya lampu di malam hari. Menikmati
panorama, berdekatan dengan tempat kerja hingga memperoleh fasilitas
bergaya resor jadi bagian ketika memilih properti bertingkat sebagai
tempat hunian.
Apabila Anda sedang mencari properti bertingkat dalam waktu dekat
ini, baik untuk membeli atau menyewa perhatikan 10 hal di bawah ini:
1. Lokasi
Frasa ini rasanya sudah lumrah. Mau membeli properti bertingkat atau
tidak, persoalan lokasi selalu menjadi faktor utama ketika hendak
menempati unit hunian. Terutama apartemen. Pastikan Anda membeli
apartemen yang memiliki nilai prospek bagus berdasar lokasinya. Sehingga
harganya tidak akan jatuh drastis ketika suatu saat Anda berniat untuk
menjualnya. Dan cari tahu apakah apartemen yang hendak dibeli banjir
peminat atau tidak.
Cari tahu juga fasilitas apa yang terdapat di sekitar apartemen
pilihan Anda. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan? Jika Anda tidak mau
terjebak kemacetan dan menghabiskan waktu di jalanan berjam-jam ketika
berangkat kerja, sebaiknya pilih apartemen yang lokasinya dekat dengan
kantor. Atau Anda lebih memilih apartemen yang lokasinya berseberangan
dengan pusat perbelanjaan dan tempat makan? Atau Anda lebih bahagia jika
pilih apartemen yang berlokasi di daerah perumahan elite?
Selain lokasi apartemen, lokasi lantai di properti bertingkat itu
sendiri perlu jadi pertimbangan. Seandainya Anda sudah memiliki anak
atau tinggal bersama lansia, pilih unit di lantai rendah. Tujuannya agar
keamanan anak-anak Anda tetap terjaga dan tak perlu menunggu lama untuk
antre lift. Di samping itu, jika lift apartemen sedang bermasalah, Anda
bisa memanfaatkan tangga darurat. Namun, jika Anda masih tinggal
sendiri dan mau menikmati pemandangan saat pagi dan malam hari, bisa
memilih unit di lantai teratas.
2. Status Tanah
Aspek lain yang perlu Anda perhatikan adalah status tanah dari properti
bertingkat itu sendiri. Apakah status tanahnya berada di bawah
residensial atau komersial. Apabila status tanahnya berada dalam
golongan komersial, maka nilai taksiran dan tagihan biaya-biaya untuk
keperluan seperti listrik, air, kebersihan akan lebih tinggi dibanding
yang berstatus residensial.
3. Area Parkir
Faktor yang wajib jadi pertimbangan Anda adalah tempat parkir. Mayoritas
apartemen di kota-kota besar hanya memberikan satu lahan parkir yang
mampu menampung satu mobil saja per unit. Jika Anda memiliki lebih dari
dua mobil maka siap-siap mengeluarkan kocek tambahan lagi untuk menyewa
lahan parkir.
Anda juga harus mencari tahu apakah area parkir di apartemen yang
jadi pilihan Anda berada dalam penanganan keamanan yang ketat atau
tidak? Adakah petugas sekuriti yang menjaga area parkir ini selama 24
jam? Apakah area parkirnya berada di lokasi yang tinggi atau
underground?
Sebaiknya, Anda memilih unit parkir yang berdekatan dengan lift jika
tinggal bersama anak atau orang tua Anda. Sehingga mereka tetap aman dan
nyaman ketika berjalan menuju lift.
4. Fasilitas
Seandainya Anda mengutamakan keberadaan fasilitas maka carilah apartemen
sebagai pilihan properti bertingkat, dan bukan residensial. Umumnya
properti bertingkat yang terletak di kawasan perumahan seperti resident
tidak menyediakan itu.
Ada banyak apartemen yang menawarkan fasilitas seperti kolam renang,
pusat kebugaran , taman bermain anak hingga ruang serbaguna untuk
menunjang berbagai kebutuhan penggunanya. Meski demikian, jika Anda
membeli properti sub-sale akan sangat bijaksana untuk memeriksa setiap
kondisi fasilitas-fasilitas yang tersedia. Anda tentu tak akan mau
membayar biaya keanggotaan di pusat kebugaran jika alat-alatnya banyak
yang rusak, bukan?
5. Asuransi
Secara otomatis bangunan properti yang Anda tempati sudah diasuransikan
oleh pihak pengembang. Namun, untuk perlengkapan dan peralatan Anda di
dalam apartemen harus diasuransikan sendiri karena bukan tanggung jawab
pihak pengembang. Anda bisa mencari asuransi yang memproteksi
keseluruhan unit dan isinya. Pun jika terjadi kebakaran pada unit
tetangga dan Anda terkena dampaknya, bisa diproteksi secara keseluruhan.
6. Pemandangan
Jika Anda hendak membeli apartemen untuk dijadikan investasi maka
pilihlah yang bisa menyuguhkan pemandangan indah dari balkon. Harga
jualnya pun bisa berbeda beberapa ratus ribu hingga jutaan rupiah.
Bayangkan jika saat terbangun dari apartemen disambut tugu Monas atau
kelap-kelip lampu di sekitar patung Bundaran HI dari jendela
balkon.Siapa yang tidak tertarik?
Bila Anda memilih untuk membeli puncak teratas dari apartemen agar
bisa puas menikmati pemandangan kota maka pastikan material jendela
terbuat dari bahan yang kokoh. framenya juga harus terbuat dari material
yang tahan lama dan mampu menahan beban angin.
7. Keamanan
Ketika hendak membeli properti bertingkat wajib memerhatikan soal
keamanan. Terlebih jika Anda berniat menempatinya bersama keluarga kecil
Anda. Hal-hal yang harus Anda tanyakan pada pihak penjual adalah apakah
apartemen selalu dijaga dengan ketat? Ada berapa banyak petugas
sekuriti yang berpatroli setiap harinya? Apakah mereka berjaga selama 24
jam? Bila Anda pernah mendengar terjadi pencurian atau perampokan di
apartemen maupun kawasan sekitarnya maka hindari untuk membelinya.
8. Kepadatan
Hindari membeli apartemen yang terlalu penuh dengan penghuni. Kepadatan
ini bisa menimbulkan antrean lift yang terlalu lama, susah mencari lahan
parkir, dan kemacetan saat mau keluar masuk apartemen. Di samping itu
tempat hunian yang terlalu padat memacu timbulnya kebisingan. Untuk
menemukan kenyamanan tak ada salahnya mengeluarkan biaya lebih demi
memperoleh eksklusivitas.
9. Biaya Perawatan
Bagi properti bertingkat, biaya pemeliharaan akan dikenakan pada setiap
penghuni per bulannya, per 3 bulan atau per tahun. Biaya tersebut
dipergunakan untuk perbaikan gedung atau renovasi. Biaya pemeliharaan
ini bisa lebih mahal jika usia bangunan sudah tua. Dan ada kemungkinan
biayanya selalu naik per tahun.
Biaya pemeliharaan umumnya meliputi biaya kebersihan, keamanan,
perawatan gedung, dan taman. Ada juga apartemen yang memasukkan TV cable
dalam biaya pemeliharaan. Untuk besar biaya ini berdasarkan luas
apartemen yang Anda miliki. Misalnya, Anda tinggal di apartemen
berukuran 30m² dan biaya pemeliharaan apartemen Anda Rp 7500 / m², maka
biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp7500 x 30m² = Rp. 225.000.
Sebagai perbandingan bagi Anda yang sedang mencari apartemen dengan
biaya pemeliharaan terjangkau bisa memilih apartemen Gading Nias dan
Kalibata City. Keduanya berstatus apartemen subsidi. Gading Nias mematok
biaya sebesar Rp.775.000 per 3 bulan, sedangkan Kalibata City
mengenakan biaya Rp. 2,5 juta per tahun.
10. Keaktifan Asosiasi
Di Indonesia, asosiasi yang mengurusi perihal keberadaan apartemen dan
perumahan adalah Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia
(P3RSI). Anda harus mengecek seberapa aktif mereka dalam mengembangkan
dan memelihara bangunan apartemen.
Sebelum membeli apartemen, Anda harus tahu apa motif dan tujuan
asosiasi saat membangun sebuah apartemen. Hal ini bermanfaat untuk
mengetahui perbaikan dan pembaruan apa yang akan dilakukan asosiasi
untuk kemajuan apartemen. Anda bisa bertanya kapan mereka akan melakukan
pengecatan pada koridor atau halaman apartemen untuk mengubah suasana
dan terhindar dari kesan kusam.
Membeli properti bertingkat sama halnya dengan properti lainnya. Jika
memang Anda hendak membelinya untuk investasi pertimbangan ini wajib
dijalankan. Pun bila ingin menempatinya sebagai hunian, pertimbangan ini
bisa jadi panduan agar memperoleh tempat tinggal yang nyaman dan aman.
Sumber:
AturDuit.com
Source:
http://www.rumah.com/berita-properti/2015/11/111326/pertimbangkan-10-hal-ini-sebelum-beli-hunian-vertikal